SEJARAH PONDOK PESANTREN AL-MUNAWWAR JARNAUZIYYAH


Foto Logo Ma'had Al-Munawwar Jarnauziyyah

Foto Yayasan Pondok Pesantren Al-Munawwar Jarnauziyyah tahun 2016 (tampak dari ketinggian 50 m)

Pondok pesantren Almunawwar Jarnauziyyah atau dikenal pesantren Pasir Bokor adalah salah satu lembaga pendidikan islam salafiyyah/tradisional yang terletak di sebelah barat kota Tasikmalaya, tepatnya di Kampung Pasirbokor RT 05/01 Kelurahan Cipawitra Kecamatan Mangkubumi kota Tasikmalaya Jawa Barat. Pondok Pesantren ini diperkirakan berdiri pada tahun 1930 M.

Pendiri pondok pesantren ini adalah K.H. Muhammad Jarnauzi.  Ia lahir di Tasikmalaya pada tahun 1875 dan wafat tahun 1980 M (10 Muharram 1400 H). Ia merupakan salah satu ulama terpandang pada zamannya di Tasikmalaya. Semasa hidupnya lebih kurang 14 tahun lamanya ia telah menimba ilmu di berbagai pesantren yang ada di Tasikmalaya dan Jawa Barat, di antaranya: Pondok Pesantren Kudang Tasikmalaya, Pondok Pesantren Cipasung Tasikmalaya, Pondok Pesantren Cintawana Tasikmalaya, Pondok Pesantren Gunung Puyuh Sukabumi, Pondok Pesantren Cantayan Sukabumi, Pondok Pesantren Gentur Cianjur, dan Pondok Pesantren Buntet Cirebon.

Foto KH. Muhammad Jarnauzi (alm)

Sepulang mengikuti pendidikan di berbagai pondok pesantren, K.H. Muhammad Jarnauzi mendirikan Pondok Pesantren Salafiyah Pasir Bokor Al-Munawwar Jarnauziyyah dan mengajarkan berbagai macam ilmu keagamaan di Desa Cipawitra Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya.  Ilmu keagamaan yang dimiliki oleh K.H. Muhammad Jarnuzi cukup luas mencakup ilmu tafsir, hadiş, fiqh, ushul fiqh dan alat (nahwu sharaf).  Di antara kitab-kitab klasik yang ia kuasai adalah sebagai berikut:
1.      Bidang Tauhid: Kifâyat al-Awwâm, Dasuki, Nur aż-Żalâm, Tijan ad-Darâri, Ahl as-Sunnah wa al-Jamâ’ah, dan Daqâiq al-Akhbar.
2.      Bidang Tafsir: Jamâl, Jalâlain, Ibnu Kasîr, Ayat al-Ahkâm.
3.      Bidang Hadiş: Şahîh Bukhârî, Şahîh Muslim, Bulûgh al-Marâm, Kifâyat al-Akhyâr, Riyâd as-Shâllihîn.
4.      Bidang Fiqih: Minhaj al-‘Âbidîn, Fath al-Wahhâb, Fath al-Mu’în, Fath al-Qarîb, Sullam at-Taufîq, Minhaj al-Qawim, Sullam as-Safinah, Bughyat al-Murtasyidîn.
5.      Bidang Ushul Fiqih: Al-Waraqat, Lata’if al-Isyarah, Ghayat al-Uşûl, Jam’ul Jawâmi.
6.      Bidang Tasawuf: Ihyâ’ ‘Ulûm ad-Dîn, Durrat an-Nasihîn, Tanbihul Ghâfilîn, Irsyâd al-‘Ibâd, Qami at-Tughyân.
7.      Bidang Bahasa Arab: Mutammimah, Ibnu ‘Aqil, Aj-Jurumiyyah, Imriti, Nazm al-Fiyah, Kailânî Izzi.
8.      Bidang Mantiq: Munawarah.
9.      Bidang Akhlaq: Ta’lîm al-Muta’âlîm, Uqûd al-Lijain.


Sekitar tahun 1960an, K.H. Muhammad Jarnauzi menyerahkan Pondok Pesantren Pasir Bokor untuk diteruskan dan dikelola oleh putera, yaitu K.H. Anas Muhajir (Ajengan Eman, lahir tahun 1940). Nama Anas Muhajir sendiri merupakan singkatan dari Anwar Sulaeman Muhammad Jarnauzi. Sehingga, penamaan pesantren Al-Munawwar Jarnauziyyah berasal dari penggabungan nama asli beliau dan nama ayahandanya. Di kalangan NU, KH. Anas dikenal sebagai salah satu tokoh ulama berpengaruh di Tasikmalaya. KH. Anas Muhajir mempunyai ahli di berbagai bidang keilmuan yang hampir sama dengan ayahnya. Beliau ahli di bidang nahwu-sharaf, tauhid, tafsir, hadiş, fiqih, ushul fiqih, ilmu tasawuf, bahkan ilmu hikmah.
Foto KH. Anas Muhajir (alm)

Pengelolaan pesantren yang dipimpin oleh KH. Anas Muhajir dilakukan secara kekeluargaan.  Sebagai penerus orang tuanya, K.H. Anas Muhajir telah berhasil mengembangkan pondok pesantren secara pesat. Pada masa kepemimpinanya, keberadaan pondok pesantren lebih mengedepankan faktor syiar ketimbang usaha. Sehingga mengakibatkan cukup banyak santri yang belajar dengan dukungan dana dari keluarganya relatif minim, bahkan ada yang gratis sama sekali.
Pada tahun 2007, K.H. Anas Muhajir beserta keluarganya tidak lagi hanya menyediakan tempat kegiatan belajar para santri, namun berhasil mendirikan  lembaga pendidikan lainnya yakni Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang diberi nama Kelompok Bermain (KOBER) Al-Munawwar. KH. Anas Muhajir tutup usia pada hari Sabtu, tanggal 21 Juli 2012, bertepatan dengan 1 Ramadhan 1433 H.

Setelah KH. Anas Muhajir wafat, estapet kepemimpinan diteruskan oleh anaknya yang pertama yakni, KH. Asep Marfu Jarnauzi (lahir tahun 1964). Bersama anak dan menantu KH.Anas Muhajir yang lainnya, yakni Dr. H.  Pepep Puad Muslim, S.Ag.M.SI (putera ke-2), Hj.Imas Dewi Ningrum (puteri ke-3), Hj. Euis Dewi Masnunah (putri ke-4, Ustdh Eneng Dewi Jaronah, S.E. (putri bungsu), Hj. Ai Ida Farida (menantu), Hj.Nunung Nurhayati A.Md (menantu), Drs. H. Dadang Toha Muslim,M.SI (menantu), H. Iip Syarifudin A.Md (menantu), dan Ustd Muhammad Lukman Solihin, S.E (menantu) . Semua turut serta mengelola Perkembangan Pesantren. Sama seperti sebelumnya, pengelolaan pesantren juga dilakukan secara kekeluargaan.

Foto KH. Asep Marfu Jarnauzi
Foto KH. Pepep Puad Muslim

Pada masa kepemimpinan ini, KH. Asep Marfu dan KH. Pepep lebih mengedepankan akhlak kepada para santrinya sebagai modal dan bentuk benteng pertahanan dalam menghadapi era globalisasi. Sarana dan prasarana pesantren lebih banyak dikembangkan sebagai penunjang kebutuhan para santri dan aktivitas belajar di Pesantren. Di bawah kepemimpinan mereka, kini Pondok Pesantren Al-Munawwar Jarnauziyyah secara sah berada di bawah naungan Yayasan Al-Munawwar Jarnauziyyah Pusat.

Saat ini Yayasan Al-Munawwar Jarnauziyyah Pusat turut mengembangkan sayapnya mendirikan beberapa lembaga Pendidikan Islam lainnya, baik formal maupun non formal. Pada tahun 2015, berdiri Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT) Al-Munawar. Kemudian di belakang gedung Sekolah, didirikan pula Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) Al-Munawwar. Pada tahun 2024, Yayasan Al-Munawwar Jarnauziyyah Pusat mulai merintis Sekolah Menengah Atas (SMA) Al-Munawwar.

Foto Yayasan Al-Munawwar Jarnauziyyah Pusat sekarang (2024). Sumber: Google Maps


Sejak berdiri hingga sekarang, jumlah santri yang berada di PP Al-Munawwar Jarnauziyyah Pusat mengalami peningkatan dan penurunan. Saat ini, santri yang menimba ilmu di pondok pesantren Al-Munawwar Jarnauziyyah mencapai kurang lebih 100 orang, yang datang dari berbagai penjuru kota di Indonesia. Juga sudah mencetak lulusan sekitar 8000 lebih, dan tidak sedikit diantara mereka (para alumni) yang kemudian membuka Pondok Pesantren di daerahnya masing-masing.

Selain itu, berdiri pula pesantren-pesantren yang dikelola oleh para putra dan menantu KH.Muhamad Jarnauzi. Seperti Pondok Pesantren Al-Munawwar Jarnauziyyah Tugu Jaya Padayungan (dikelola oleh keturunan alm.KH.Abas Mahmud), Pondok Pesantren Al-Munawwar Jarnauziyyah Pasirbokor khusus pesantren Al-Qur’an dan qira’at ( dikelola oleh KH. E.Sofyan Tsauri), Pondok Pesantren Ath-Thahariyah di Cikadongdong Singaparna (dikelola oleh KH.Musadad Farid).

Sumber:
-Dari berbagai sumber 
- http://pasirbokor.blogspot.co.id/2008/05/sejarah-singkat.html



Catatan: Tulisan ini akan saya kembangkan dan dilakukan perbaikan seiring berjalannya waktu.
Update terakhir: tanggal 18 Februari 2026

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BIOGRAFI SINGKAT MAMA PASIRBOKOR, KH MOCH JARNAUZI

SILSILAH SANAD KEILMUAN PONDOK PESANTREN PASIRBOKOR