BIOGRAFI SINGKAT MAMA PASIRBOKOR, KH MOCH JARNAUZI
Kh. Muhammad Jarnauzi atau dikenal dengan sebutan Mama Pasirbokor, lahir di Tasikmalaya pada tahun 1875 dan wafat tahun 1980 M (10 Muharram 1400 H). Ayahnya bernama Madrai dan ibunya bernama Iyut. Beliau merupakan salah satu ulama terpandang pada zamannya di Tasikmalaya.
Semasa hidupnya, lebih kurang 35 tahun lamanya ia telah menimba ilmu di berbagai pesantren yang ada di Tasikmalaya dan Jawa Barat, di antaranya: Pondok Pesantren Kudang Tasikmalaya, Pondok Pesantren Gunung Kawung Tasikmalaya, Pondok Pesantren Cipasung Tasikmalaya, Pondok Pesantren Cintawana Tasikmalaya, Pondok Pesantren Gunung Puyuh Sukabumi, Pondok Pesantren Cantayan Sukabumi, Pondok Pesantren Gentur Cianjur, Pondok Pesantren Cipeujeuh, Buntet dan Benda Kerep Cirebon.
Sepulang mengikuti pendidikan di berbagai pondok pesantren, Mama K.H. Muhammad Jarnauzi mendirikan Pondok Pesantren Salafiyah Al-Munawwar Jarnauziyyah (dikenal Pesantren Pasir Bokor Tonggoh) dan mengajarkan berbagai macam ilmu keagamaan di Desa Cipawitra Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya. Ilmu keagamaan yang dimiliki oleh Mama K.H. Muhammad Jarnauzi cukup luas mencakup ilmu tafsir, hadiş, fiqh, ushul fiqh dan alat (nahwu sharaf).
Di antara kitab-kitab klasik yang beliau kuasai adalah sebagai berikut:
1. Bidang Tauhid: Kifâyat al-Awwâm, Dasuki, Nur aż-Żalâm, Tijan ad-Darâri, Ahl as-Sunnah wa al-Jamâ’ah, dan Daqâiq al-Akhbar.
2. Bidang Tafsir: Jamâl, Jalâlain, Ibnu Kasîr, Ayat al-Ahkâm.
3. Bidang Hadiş: Şahîh Bukhârî, Şahîh Muslim, Bulûgh al-Marâm, Kifâyat al-Akhyâr, Riyâd as-Shâllihîn.
4. Bidang Fiqih: Minhaj al-‘Âbidîn, Fath al-Wahhâb, Fath al-Mu’în, Fath al-Qarîb, Sullam at-Taufîq, Minhaj al-Qawim, Sullam as-Safinah, Bughyat al-Murtasyidîn.
5. Bidang Ushul Fiqih: Al-Waraqat, Lata’if al-Isyarah, Ghayat al-Uşûl, Jam’ul Jawâmi.
6. Bidang Tasawuf: Ihyâ’ ‘Ulûm ad-Dîn, Durrat an-Nasihîn, Tanbihul Ghâfilîn, Irsyâd al-‘Ibâd, Qami at-Tughyân.
7. Bidang Bahasa Arab: Mutammimah, Ibnu ‘Aqil, Aj-Jurumiyyah, Imriti, Nazm al-Fiyah, Kailânî Izzi.
8. Bidang Mantiq: Munawarah.
9. Bidang Akhlaq: Ta’lîm al-Muta’âlîm, Uqûd al-Lijain.
Pada tahun 1960an, setelah putra beliau yang bernama KH Anas Muhajir (Ajengan Eman) selesai mondok dan muqim, Mama Pasir Bokor menyerahkan Pesantren kepada putranya tersebut untuk dikelola dan dikembangkan. Kemudian KH Muhammad Jarnauzi pindah ke Pasir Bokor Lebak yang lokasinya tidak jauh dari pesantren Pasir Bokor Tonggoh. Di sana, Mama KH Muhammad Jarnauzi mendirikan pesantren lagi, yang kemudian ke depannya dipimpin oleh menantunya, yaitu KH E.Sofyan Tsauri bin Mama KH Winata (Mama Kole). Karena latar belakang menantunya adalah seorang Qori, maka pesantren Pasir Bokor Lebak dikenal dengan spesialisasi kajian Al-Quran baik dari sisi lagam maupun tajwidnya termasuk Kajian Qiroah Sab'ah dan tahfidz Qur'an. Sampai akhir hayatnya, Mama KH. M Jarnauzi tinggal di Pesantren Pasir Bokor Lebak dan dimakamkan di komplek pesantren.
Riwayat Keluarga
KH. Muhammad Jarnuzi menikah dengan Hj. Fatonah dan dikaruniai 2 orang anak laki-laki. Kemudian ia menikah lagi dengan wanita yang usianya berselisih 40 tahun lebih muda, yakni Hj. Juariah. Dari pernikahannya dengan Hj. Juariah, ia dikaruniai 6 orang anak laki-laki dan 2 orang anak perempaun. Masing-masing putera dan puteri KH. Muhammad Jarnauzi pun sukses meneruskan perjuangannya dalam syi’ar islam.
Berikut putera-puteri KH. Muhammad Jarnauzi:
A. KH. Moch. Djarnoezi dengan Hj. Fatonah
1. KH. Abas Mahmud, pendiri Pondok Pesantren Al-Munawwar Jarnauziyyah Padayungan
2. Emuh Muchtar, meninggal saat usia masih kecil
B. KH. Moch. Djarnoezi dengan Hj. Djuariah
1. Enuh, meninggal saat masih kecil
2. KH. Anas Muhajir, penerus Pondok Pesantren Al-Munawwar Jarnauziyyah Pusat (Pasir Bokor Tonggoh)
3. K. Entoh Toharudin
4. KH. Mustofa, pendiri Pondok Pesantren At-Tanwir Jarnauziyyah (Karang Sirna)
5. Aonillah, meninggal saat masih bayi
6. K. Didi Darul Fadli
7. Hj. Komariyah, menikah dengan KH. E.Sofyan Tsauri dan mengasuh Pondok Pesantren Al-Munawwar Jarnauziyyah Qiratul Quran (Pasir Bokor Lebak)
8. Hj. Ai Tohariyah, menikah dengan KH.Musadad Farid dan mendirikan Pondok Pesantren Ath-Thohariyah.
Foto dari kiri ke kanan: KH. E.Sofyan Tsauri (PP Al-Munawwar Jarnauziyyah Qira'arul Qur'an), alm.KH.Anas Muhajir (PP Al-Munawwar Jarnauziyyah Pasir Bokor), alm. KH.Musadad Farid (PP Ath-thohariyah), alm.KH.Entoh Toharudin
Catatan: Postingan ini akan di update seiring adanya temuan atau informasi terbaru dan lebih mendekati akurat.
Update terakhir: 29 Mei 2026.


Komentar
Posting Komentar